untuk rindu dan untuk kenangan
Hi Eky... (Namanya di samarin)
Kamu bagaimana kabarnya? sehat selalu kan? kamu sudah baca buku karya Pidi Baiq? Atau sudah nonton filmnya yang membuming itu? buku itu mengisahkan tentang kisah cinta "Dilan & Milea" kalau sudah, bagaimana menurutmu tentang mereka? mereka pasangan yang serasi bukan? sayangnya, pada akhirnya mereka tak bersama. kisah cinta remaja mereka berakhir. sama seperti kita.
Menurutku, Dilan itu sosok pria yang baik kepada siapa saja. orangnya pintar, puitis, suka berantem, harga dirinya tinggi, dan juga penyayang. menurutku, dia juga romantis walaupun dengan hal yang sederhana.
Kamu tau tidak? Dilan itu sedikit banyak mengingatkan aku denganmu. walaupun kamu nggak puitis sih. tapi ada hal yang membuatku tak bisa lupa dengan kenangan dulu, yang membuatku selalu mengingatmu.
Kamu itu lucu. orangnya humoris. dalam situasi apapun, selalu bisa buat ketawa. walaupun terkadang candaanmu bikin kesal juga. jarang bertemu dengan orang seperti kamu. kamu juga penyayang. aku suka saat kamu terkadang malu saat bersikap romantis... :D
Di kisah Dilan & Milea, ada saat Milea marah kepada Dilan. Karena Dilan itu anak geng motor. suka berantem. Milea takut Dilan kenapa-kenapa. makanya melarang Dilan ikut geng itu lagi. walaupun Dilan tetap nggak mendengarkan Milea dan banyak ngasih Milea penjelasan.
Hal itu juga mengingatkanku denganmu. kamu masih ingat tidak kenapa dulu aku marah kalau kamu suka ikut balapan liar? itu karena aku nggak mau kamu kenapa-kenapa. balapan itu bahaya. sejak aku mengenalmupun, entah sudah berapa kali kamu jatuh dari motor. luka sana-sini. siapapun pasti takut kalau pacarnya kenapa-kenapa.
Aku menulis ini karena sekarang sedang rindu. Benar kata Dilan. Rindu itu berat. Dan itu sangat berat untukku. Aku hampir tak sanggup dengan rindu ini. Tangisan bahkan tidak bisa mengobati itu. bagiku, itu semacam penyakit yang obatnya itu tidak akan bisa aku dapatkan lagi. yaitu kamu...
Sekarang sudah setahun. di cerita Dilan & Milea, setahun kemudian mereka memiliki seseorang yang dekat dengan mereka. seseorang yang bisa menghibur luka. Milea, walaupun membutuhkan waktu yang lama, tapi perlahan bisa melepaskan Dilan. tapi berbeda denganku. sudah setahun, tapi rindu itu semakin datang. beberapa pria hadir dalam hidupku tidak bisa menggantikanmu. menyentuh hatikupun tak bisa. pintu itu masih tertutup rapat. terkunci. hanya tentangmu saja yang tersimpan baik di sana.
Sekarang rindu itu semakin menjadi kau tau. hubungan kita berakhir karena hal yang membuatku frustasi. diam-diam, ternyata seseorang hadir dalam hidupmu. bukan aku. tapi seseorang yang dulu pernah mengisi hatimu. Aku yang sudah mengakhiri hubungan ini. saat itu aku masih remaja. semua tindakanku kulakukan karena emosi. tanpa mendengar penjelasan darimu langsung minta berakhir. terkadang, aku ingin menyalahkan teknologi. kalau saja ini masih tahun 90an, aku mungkin masih bisa berpikir dulu sebelum minta hubungan itu berakhir. tapi saat itu, tak ada jawaban juga darimu. entah apakah kau merasa bersalah karena ketahuan, atau memang kau beraharap itu terjadi.
Saat itu aku tidak meanangis. Aku marah. Saat itu aku berpikir bahwa lebih baik berpisah daripada bersamamu. saat aku bertemu denganmu tak lama setelah itupun, aku muak dan enggan untuk melihatmu. rasa kecewa itu melekat betul di hati dan pikiranku. tapi seiring waktu berjalan, aku tau bahwa tindakanku itu salah.
Ku pikir waktu itu aku baik-baik saja. sampai pesanmu masuk. ada kenangan yang membawa perasaan itu kembali. perlahan menghapus kebencian itu.
Aku suka membaca buku. suka menonton film. apalagi film romantis. walaupun beberapa terkesan lebay bagiku. tapi saat membaca Novel Pidi Baiq, rindu itu datang. terlebih saat aku bertemu denganmu beberapa waktu lalu. SEMENIT bisa mengalahkan SETAHUN kebencianku padamu. Kau hanya sedikit bercanda dan tertawa. membuatku tertawa. hanya itu. tapi dulu, hal itu yang membuatku menyukaimu.
Kamu masih ingat boneka yang kita berinama "bio?" saat itu kau bilang anggap saja boneka itu penggantiku saat aku rindu denganmu. Setahun aku hanya memajang bio di atas lemariku. tapi akhir-akhir ini, aku memeluknya saat tidur. entah kenapa. aku sendiri tidak mengerti kenapa aku melakukannya. dan sekarang aku sadar bahwa aku merindukan sosok yang menjadi pengganti boneka beruang itu.
Apa kegiatanmu sekarang? hubunganmu dengan kekasihmu itu masih langgeng? aku berdoa untuk kebahagiaan kalian berdoa. maaf sudah membatalkan pertemanan denganmu di medsos. hanya saja, sekarang aku semakin tidak sanggup melihat postinganmu yang selalu muncul di berandaku. rasanya dadaku sesak saat melihatnya.
Aku rindu dengan kalimat-kalimat yang selalu membuatku tertawa dulu. cara menggombalmu yang tidak romantis tapi istimewa buatku. sederhana tapi mampu membuatku tertawa lepas. tapi sekarang, itu sudah menjadi milik orang lain. tak ada lagi.
Aku rindu dengan panggilan bebeb melmel dan buyungcuu. panggilan yang membuat kita selalu tertawa saat menyebutnya. rindu dengan ekspresi terkejut orang saat mengira aku pacaran dengan om-om karena julukan om buyungmu. tapi itu semua hanya rindu...
Tak ada tempat untukku bisa berbicara tentang masalah kerinduan ini. hanya lewat tulisan yang membuat hatiku sedikit lega. walaupun tak mengobati. kalau aku di beri kesempatan untuk kembali di saat persimpangan jalan pilihan itu, aku hanya ingin mendengar langsung darimu langsung. kalau kau sudah tidak mencintaiku. kalau kau mencintai orang lain dan bukan aku. kalau kau tidak ingin bersamaku lagi dan sengaja melakukan itu agar kita berpisah. aku mengerti itu hanyalah pendapatku saja. tapi, aku ingin mendengar itu langsung darimu. dari suaramu. agar tak menyakitkan seperti ini. agar rindu ini tidak datang dan membuatku lebih tersakiti dibanding saat berpisah darimu. Hanya itu...
Tulisan dariku untukmu. yang tak akan pernah bisa tersampaikan...
Untuk kenangan...
-2018-
Kamu bagaimana kabarnya? sehat selalu kan? kamu sudah baca buku karya Pidi Baiq? Atau sudah nonton filmnya yang membuming itu? buku itu mengisahkan tentang kisah cinta "Dilan & Milea" kalau sudah, bagaimana menurutmu tentang mereka? mereka pasangan yang serasi bukan? sayangnya, pada akhirnya mereka tak bersama. kisah cinta remaja mereka berakhir. sama seperti kita.
Menurutku, Dilan itu sosok pria yang baik kepada siapa saja. orangnya pintar, puitis, suka berantem, harga dirinya tinggi, dan juga penyayang. menurutku, dia juga romantis walaupun dengan hal yang sederhana.
Kamu tau tidak? Dilan itu sedikit banyak mengingatkan aku denganmu. walaupun kamu nggak puitis sih. tapi ada hal yang membuatku tak bisa lupa dengan kenangan dulu, yang membuatku selalu mengingatmu.
Kamu itu lucu. orangnya humoris. dalam situasi apapun, selalu bisa buat ketawa. walaupun terkadang candaanmu bikin kesal juga. jarang bertemu dengan orang seperti kamu. kamu juga penyayang. aku suka saat kamu terkadang malu saat bersikap romantis... :D
Di kisah Dilan & Milea, ada saat Milea marah kepada Dilan. Karena Dilan itu anak geng motor. suka berantem. Milea takut Dilan kenapa-kenapa. makanya melarang Dilan ikut geng itu lagi. walaupun Dilan tetap nggak mendengarkan Milea dan banyak ngasih Milea penjelasan.
Hal itu juga mengingatkanku denganmu. kamu masih ingat tidak kenapa dulu aku marah kalau kamu suka ikut balapan liar? itu karena aku nggak mau kamu kenapa-kenapa. balapan itu bahaya. sejak aku mengenalmupun, entah sudah berapa kali kamu jatuh dari motor. luka sana-sini. siapapun pasti takut kalau pacarnya kenapa-kenapa.
Aku menulis ini karena sekarang sedang rindu. Benar kata Dilan. Rindu itu berat. Dan itu sangat berat untukku. Aku hampir tak sanggup dengan rindu ini. Tangisan bahkan tidak bisa mengobati itu. bagiku, itu semacam penyakit yang obatnya itu tidak akan bisa aku dapatkan lagi. yaitu kamu...
Sekarang sudah setahun. di cerita Dilan & Milea, setahun kemudian mereka memiliki seseorang yang dekat dengan mereka. seseorang yang bisa menghibur luka. Milea, walaupun membutuhkan waktu yang lama, tapi perlahan bisa melepaskan Dilan. tapi berbeda denganku. sudah setahun, tapi rindu itu semakin datang. beberapa pria hadir dalam hidupku tidak bisa menggantikanmu. menyentuh hatikupun tak bisa. pintu itu masih tertutup rapat. terkunci. hanya tentangmu saja yang tersimpan baik di sana.
Sekarang rindu itu semakin menjadi kau tau. hubungan kita berakhir karena hal yang membuatku frustasi. diam-diam, ternyata seseorang hadir dalam hidupmu. bukan aku. tapi seseorang yang dulu pernah mengisi hatimu. Aku yang sudah mengakhiri hubungan ini. saat itu aku masih remaja. semua tindakanku kulakukan karena emosi. tanpa mendengar penjelasan darimu langsung minta berakhir. terkadang, aku ingin menyalahkan teknologi. kalau saja ini masih tahun 90an, aku mungkin masih bisa berpikir dulu sebelum minta hubungan itu berakhir. tapi saat itu, tak ada jawaban juga darimu. entah apakah kau merasa bersalah karena ketahuan, atau memang kau beraharap itu terjadi.
Saat itu aku tidak meanangis. Aku marah. Saat itu aku berpikir bahwa lebih baik berpisah daripada bersamamu. saat aku bertemu denganmu tak lama setelah itupun, aku muak dan enggan untuk melihatmu. rasa kecewa itu melekat betul di hati dan pikiranku. tapi seiring waktu berjalan, aku tau bahwa tindakanku itu salah.
Ku pikir waktu itu aku baik-baik saja. sampai pesanmu masuk. ada kenangan yang membawa perasaan itu kembali. perlahan menghapus kebencian itu.
Aku suka membaca buku. suka menonton film. apalagi film romantis. walaupun beberapa terkesan lebay bagiku. tapi saat membaca Novel Pidi Baiq, rindu itu datang. terlebih saat aku bertemu denganmu beberapa waktu lalu. SEMENIT bisa mengalahkan SETAHUN kebencianku padamu. Kau hanya sedikit bercanda dan tertawa. membuatku tertawa. hanya itu. tapi dulu, hal itu yang membuatku menyukaimu.
Kamu masih ingat boneka yang kita berinama "bio?" saat itu kau bilang anggap saja boneka itu penggantiku saat aku rindu denganmu. Setahun aku hanya memajang bio di atas lemariku. tapi akhir-akhir ini, aku memeluknya saat tidur. entah kenapa. aku sendiri tidak mengerti kenapa aku melakukannya. dan sekarang aku sadar bahwa aku merindukan sosok yang menjadi pengganti boneka beruang itu.
Apa kegiatanmu sekarang? hubunganmu dengan kekasihmu itu masih langgeng? aku berdoa untuk kebahagiaan kalian berdoa. maaf sudah membatalkan pertemanan denganmu di medsos. hanya saja, sekarang aku semakin tidak sanggup melihat postinganmu yang selalu muncul di berandaku. rasanya dadaku sesak saat melihatnya.
Aku rindu dengan kalimat-kalimat yang selalu membuatku tertawa dulu. cara menggombalmu yang tidak romantis tapi istimewa buatku. sederhana tapi mampu membuatku tertawa lepas. tapi sekarang, itu sudah menjadi milik orang lain. tak ada lagi.
Aku rindu dengan panggilan bebeb melmel dan buyungcuu. panggilan yang membuat kita selalu tertawa saat menyebutnya. rindu dengan ekspresi terkejut orang saat mengira aku pacaran dengan om-om karena julukan om buyungmu. tapi itu semua hanya rindu...
Tak ada tempat untukku bisa berbicara tentang masalah kerinduan ini. hanya lewat tulisan yang membuat hatiku sedikit lega. walaupun tak mengobati. kalau aku di beri kesempatan untuk kembali di saat persimpangan jalan pilihan itu, aku hanya ingin mendengar langsung darimu langsung. kalau kau sudah tidak mencintaiku. kalau kau mencintai orang lain dan bukan aku. kalau kau tidak ingin bersamaku lagi dan sengaja melakukan itu agar kita berpisah. aku mengerti itu hanyalah pendapatku saja. tapi, aku ingin mendengar itu langsung darimu. dari suaramu. agar tak menyakitkan seperti ini. agar rindu ini tidak datang dan membuatku lebih tersakiti dibanding saat berpisah darimu. Hanya itu...
Tulisan dariku untukmu. yang tak akan pernah bisa tersampaikan...
Untuk kenangan...
-2018-
sabar ya Eky, pukpuk...
BalasHapus@annesya hehehe makasih sdh mengunjungi blokku yah...
Hapus